Pasai dan Malaka merupakan tempat tongkat estafet islamisasi dimulai. Pengaruh Pasai kemudian diwarisi Aceh Darussalam, sedangkan johor tidak pernah bisa melupakan jasa dinasti Palembang yang pernah berjaya dan mengislamkan Malaka. Demikian pula Sulu dan Mindanai akan selalu mengingat Malaka sebagai pengirim Islam ke wilayahnya.

Sementara itu, Minangkabau akan selalu mengingat Malaka sebagai pengirim Islam dan tidak akan melupakan Aceh sebagai peletak dasar tradisi surau di Ulakan. Sebaliknya, Pahang akan selalu mengingat pendatang dari Minangkabau yang telah membawa Islam. Dalam tradisi Luwu dan Gowa-Tallo, peranan para perantau dan penyiar agama Islam di Minangkabau akan selalu diingat.

Pada pertengahan abad ke-15, ibu kota Campa, Wijaya jatuh ke tangan Vietnam yang datang dari utara. Campa dalam kenangan historis Jawa selalui diingat dalam kaitannya dengan islamisasu. Dari campa inilah Raden Rahmat anak seorang putri Campa dengan seorang Arab datang ke Majapahit untuk menemui bibinya yang telah menikah dengan raja Majapahit. Beliau dikenal sebagai Sunan Ampel (salah satu wali sanga).

Dalam sumber Belanda, Sunan Giri tidak saja berpengaruh di kalangan wali, tetapi juga dikenang sebagai penyebar agama Islam di kepulauan Indonesia bagian timur. Sultan Zainal Abidin (Raja Ternate) pergi ke Giri (1495) untuk memperdalam pengetahuan agama. Setelah kembali ke Ternate Sultan Zainal Abidin meninggal, tetapi beliau telah menjadikan Ternate sebagai kekuatan Islam.

Baca juga: Teori Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Para Ahli

Di bagian yang lain, Demak berhasil mengislamkan Banjarmasin. Mara rantau proses islamisasi di kepulauan Indonesia tersebutr masing terus berlangsung. Jaringan kolektif keislaman di kepulauan Indonesia inilah yang nantinya mempercepat proses terbentuknya nasionalisme indonesia.

Bukti Masuknya Islam ke Indonesia

Adapun bukti-bukti masuknya Islam ke Nusantara Indonesia antara lain sebagai berikut.

1. Sumatra

Beirkut bukti yang ada di Sumatra.

  • Berita dari Ibu Batutah, menyatakan bahwa ia mengunjungi kerajaan Islam di Samudera Pasai pada tahun 1345.
  • Nisan kubur Sultan Malik as-Saleh tahun 1297 M dari Kerajaan Samudera Pasai.
  • Berita Tome Pires (1512-1515) dalam Suma Oriental menuliskan bahwa di bagian pesisir Sumatra Utara dan Timur, yaitu mulai Aceh sampai Palembang sudah banyak masyarakat dan kerajaan-kerajaan Islam.
  • Berita Marcopolo yang singgah di Perlak (sebuah kota muslim di Aceh) pada tahun 1292 M.
  • Berita Cina zaman Dinasti T’ang, menjelaskan adanya masyarakat muslim di daerah Kerajaan Sriwijaya sejak abad ke-7 Masehi.

2. Jawa

Berikut beberapa bukti yang ada di Jawa.

  • Batu nisan Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 475 H (1082 M) di Leran, Gresik.
  • Makam Syekh Maulana malik Ibrahim berangka tahun 1419 M di Gresik.
  • Nisan kubur situs Troloyo, Trowulan, Jawa Timur yang menunjukkan makam orang-orang muslim dengan tarikhnya menggunakan tahun Saka, bukan tahun Hijriah.
  • Berita Ma-Huan. Pada tahun 1413-1415 pernah melakukan melakukan pelayaran untuk mengunjungi pesisir Jawa. Dalam buku yang berjudul Ying-Yai Sheng-lan (Peninjauan Umum tentang Pantai-Pantai Samudra) diceritakan mengenai keberadaan orang-orang muslim di Gresik. Keberadaan mereka telah membuktikan bahwa di wilayah Majapahit (baik di daerah pesisir maupun di pusat kerajaan) telah terjadi islamisasi.
  • Berita Tome Pires (1512-1515), menyebutkan bahwa selain masih adanya kerajaan Hindu-Buddha, sudah ada pula kerajaan bercorak Islam di Demak dan daerh-daerah lainnya di pesisir utara Jawa Timur, Jawa Tengah, Sampai Jawa Barat.

3. Kalimantan

Berikut beberapa bukti yang ada di Kalimantan.

  • Hikayat Kutai (memberikan informasi masuknya Islam di Kalimantan Timur). Dalam hikayat disebutkan bahwa telah datang dua orang muslim ke Kutai untuk memperkenalkan Islam kepada Raja Mahkota setelah sebelumnya mereka mengislamkan Makassar. Islamisasi tersebut diperkirakan terjadi pada tahun 1575 M.
  • Hikayat Banjar (memberikan informasi mengenai masuknya islam di Kalimantan Selatan). Dalam hikayat diceritakan bahwa telah terjadi perebutan kekuasaan di Kerajaan Nagara Daha (Kalimantan Selatan) antara Pangeran Samudra dan Pangeran Tumenggung. Pangeran Samudra meminta bantuan Demak dengan syarat ia dan rakyatnya kelak akan masuk Islam. Peristiwa tersebut terjadi kira-kira pada tahun 1550.

4. Maluku

Berikut beberapa bukti yang ada di Maluku.

  • Hikayat Tanah Hiu yang ditulis oleh Rijali. Hikayat ini memberikan informasi mengenai masuknya Islam di Ternate. Dalam hikayat diperoleh informasi bahwa ia pernah menemani rajanya yang bernama Zainal Abidin (1496-1500) ke Giri, Jawa Timur untuk belajar Islam.
  • Tome Pires dan Antonio Galvao mengabarkan bahwa antara tahun 1460-1465, Islam telah masuk ke Maluku. Raja ternate telah memeluk Islam dan hanya raja Ternate yang disebut sultan, sedangkan yang lainnya digelari raja.

5. Sulawesi

Berikut beberapa bukti yang ada di Sulawesi.

  •  Hikayat Kutai, memberikan informasi masuknya Islam di Makassar sekitar tahun 1575.
  • Tome Pires, memberikan informasi tentang keberadaan awal Islam di Sulawesi. Menurut Tome Pires pada awal abad ke-16 di Sulawesi banyak sekali kerajaan, seperti Gowa-Tallo, Wajo, Soppeng, dan Luwu. Pada abad ke-16 di daerah Gowa telah terdapat masyarakat muslim dan orang-orang portugis.

Nah, itulah bukti-bukti masuknya Islam ke Indonesia dari beberapa pulau di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai masuknya Islam ke Nusantara dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here